Tuesday, July 17, 2007

Merayakan Kehadiran Naskah-naskah Iklan Hebat!

Sebagai seorang copywriter afkiran, sudah lama saya tak menikmati kehadiran naskah-naskah iklan hebat di jagat periklanan nasional yang membuat saya 'iri' pada penulisnya. Tapi bulan Juli ini, saya dapat 'hadiah' 2 iklan sekaligus! Senangnya...

Tadinya saya ingin memberi judul topik ini 'Celebrating Craftmanships in Copywriting.' Tapi rasanya lebih mantap kalau judul di atas. Dengan bahasa kandang kita sendiri, hehehe.
Topik ini saya hadirkan memang untuk menyampaikan salut setinggi-tingginya kepada para pekerja iklan yang terlibat melahirkan iklan-iklan berikut ini.

Mengirim ke Negeri Matahari Terbit sebelum terbit matahari.


Billboard Federal Express (FedEx) ini saya temukan di jembatan penyeberangan di jalan Warung Buncit Raya. Rasanya belum lama terpasang.

FedEx adalah salah satu perusahaan yang keberhasilan membangun identitas globalnya banyak dijadikan studi kasus. Mereka berhasil menerapkannya secara konsisten di seluruh dunia. Bila kita melihat cara penulisan naskahnya yang tanpa spasi, itu adalah satu konsistensi yang mereka terapkan untuk memperkuat pesan mereka, yakni We Live To Deliver (yang ditulis dengan teknik sama seperti headline di billboard tersebut).

Di tengah maraknya iklan-iklan kampanye global yang kebanyakan terpuruk hanya menjadi iklan terjemahan tanpa jiwa, iklan ini berhasil membebaskan diri dari kekakuan dan kemalasan. Menilik craftingbahasanya, iklan ini jelas bukan terjemahan mentah-mentah. Biro iklannya berhasil menangkap esensi merek dan menemukan jiwa baru yang relevan dalam bahasa Indonesia. Jadi siapa bilang, mentang-mentang citra global, harus di-londo-kan juga bahasanya? Kerja keras tim kreatif FedEx membuktikannya.

Ini Kandang Kita!



Semua penggila bola tentu akrab dengan jargon hebat satu ini. Apalagi sore nanti, Tim Nasional Indonesia akan mempertaruhkan nasibnya di Piala Asia 2007 melawan raksasa sepak bola Asia, semifinalis Piala Dunia 2002, Korea Selatan.

Lagi-lagi, inilah sebuah platform kampanye global yang sukses dilokalkan oleh kerja keras tim dari Publicis Indonesia (info bocoran dari AdDiction) untuk Nike. Sumpah, waktu melewati jalan Asia Afrika dan melihat billboard raksasa ini terpasang di sepanjang jalan, saya menyumpah dalam hati: berharap sayalah copywriter dari iklan ini.

Ini Kandang Kita! Sungguh sebuah pesan yang dahsyat di momen yang tepat. Meneguhkan keyakinan di belahan mana pun di dunia, dalam olah raga, ketika kita bermain di kandang sendiri, 50% kemenangan sudah di tangan. Menangkap kerinduan yang sungguh terpendam dari pecinta sepakbola terhadap prestasi Tim Nasional. Mengungkap kepekatan fanatisme. Headline semacam ini hanya akan keluar dari orang-orang yang mau memahami benar kedalaman jiwa para penggemar sepakbola di negeri ini.

Selebihnya, silakan simak saja euphoria luar biasa yang sedang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) minggu ini dari liputan media. Iklan ini seperti sedang bekerjasama sempurna dengan semangat luar biasa Ponaryo Astaman cs. untuk membuktikan: nama Indonesia masih layak diteriakkan dan Indonesia Raya dinyanyikan dengan bangga secara bersamaan oleh 100 ribu lebih pendukung di GBK. Membuat siapa pun yang berada di tengahnya, pasti merinding dan meneteskan airmata haru. Hebat!

Nah, para pengiklan dan penulis iklan, masih menganggap bahasa londo lebih enak dan keren untuk berkomunikasi dengan bangsa sendiri? Makanya, jangan kebanyakan main di mal... hehehe

4 comments:

Iman Brotoseno said...

memang keren tuh iklannya Nike Piala asia...sayang di kandang kita sendiri ngos ngosan kehabisan stamina..

rangga said...

Begitu liat billboard fedex itu, gua tersenyum simpul dan yang kepikiran di kepala gua adalah...

"Bahasa Indonesia emang masih bisa dimainin kok..."

*Mulai mecut2 partner*

ivan jenggot said...

kekuatan copy di iklan nike itu sangat nonjok.

kukukotor said...

Justru nulis dalam bahasa Indonesia sekarang ini terasa lebih susah karena terpaan jaman mas, Kalo saya mah iri sama Efek Rumah Kaca dan Float yang bisa tulis lirik lagu Indonesia begitu bagusnya...